Polri Telah Menggelar Panen Jagung di 36 Wilayah. Polri kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program panen jagung serentak di 36 wilayah se-Indonesia pada awal Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan personel dari Mabes Polri hingga tingkat Polres, bekerja sama dengan petani lokal dan instansi terkait. Panen jagung ini merupakan bagian dari Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri yang sudah berjalan sejak 2025, dengan target optimalisasi lahan tidur dan perhutanan sosial. Hasil panen langsung disalurkan untuk stok cadangan pangan nasional, sekaligus membantu petani meningkatkan hasil pertanian. Inisiatif ini mendapat apresiasi luas karena menunjukkan bhakti Polri kepada masyarakat di sektor pertanian. BERITA BASKET
Pelaksanaan Panen Serentak di Berbagai Wilayah: Polri Telah Menggelar Panen Jagung di 36 Wilayah
Panen jagung digelar secara serentak di 36 wilayah prioritas, mencakup provinsi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua. Kegiatan ini melibatkan ribuan personel Polri yang turun langsung ke lahan, membantu petani memanen dan mengangkut hasil. Beberapa wilayah bahkan mencatat produksi tinggi berkat pendampingan sejak masa tanam, termasuk penyediaan bibit unggul dan teknik budidaya modern.
Kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Bulog memastikan hasil panen langsung diserap untuk cadangan nasional. Di beberapa daerah, panen ini jadi momen silaturahmi antara polisi dan warga, dengan kegiatan tambahan seperti bakti sosial dan edukasi pertanian. Capaian ini melanjutkan progres tahun sebelumnya, di mana Polri berhasil tanam di ratusan ribu hektare lahan.
Manfaat bagi Petani dan Ketahanan Pangan: Polri Telah Menggelar Panen Jagung di 36 Wilayah
Program ini memberikan manfaat langsung bagi petani, terutama di lahan perhutanan sosial yang sebelumnya kurang produktif. Pendampingan Babinkamtibmas membantu petani mengatasi masalah hama, irigasi, dan pemasaran hasil. Hasil panen yang diserap negara memberikan kepastian harga dan pendapatan bagi petani kecil.
Dari sisi nasional, panen ini berkontribusi mengurangi ketergantungan impor jagung untuk pakan ternak dan industri. Stok cadangan semakin kuat menghadapi fluktuasi harga atau gangguan pasokan global. Polri juga melihat ini sebagai wujud pengabdian, mempererat hubungan dengan masyarakat pedesaan sambil mendukung prioritas pangan pemerintah.
Tantangan dan Rencana Ke Depan
Meski sukses, program ini menghadapi tantangan seperti cuaca ekstrem di beberapa wilayah dan keterbatasan akses lahan terpencil. Koordinasi lintas instansi kadang terkendala logistik, tapi sinergi semakin solid dari waktu ke waktu.
Ke depan, Polri berencana perluas cakupan wilayah dan varietas jagung tahan hama untuk hasil lebih optimal. Target 2026 adalah peningkatan luas tanam dan panen yang lebih merata di seluruh provinsi. Program ini diharapkan jadi model kolaborasi berkelanjutan antara aparat dan petani.
Kesimpulan
Panen jagung serentak di 36 wilayah oleh Polri menjadi bukti nyata komitmen institusi kepolisian dalam ketahanan pangan. Dengan hasil yang diserap negara dan manfaat langsung bagi petani, inisiatif ini memperkuat fondasi swasembada jagung Indonesia. Tantangan yang ada justru jadi pendorong perbaikan, sehingga program semakin efektif ke depan. Harapannya, panen seperti ini terus berlanjut, membawa kesejahteraan bagi petani sekaligus keamanan pangan nasional. Polri melalui bhakti nyata ini semakin dekat dengan masyarakat, satu lahan demi satu lahan.