Jasad Pelatih Valencia Telah Ditemukan Mengapung. Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola Spanyol setelah jasad salah satu korban dari kecelakaan kapal wisata di Indonesia ditemukan mengapung di perairan Taman Nasional Komodo. Jasad tersebut diduga kuat milik seorang anak perempuan berusia 12 tahun, bagian dari keluarga Fernando Martín, pelatih tim wanita B Valencia CF. Tragedi ini terjadi pada 26 Desember 2025, ketika kapal yang membawa Martín beserta keluarganya tenggelam akibat kerusakan mesin dan gelombang tinggi. Penemuan jasad ini menambah kesedihan mendalam, sementara pencarian terhadap Martín dan dua anaknya yang lain masih berlanjut hingga awal Januari 2026. BERITA BASKET
Profil Fernando Martín: Jasad Pelatih Valencia Telah Ditemukan Mengapung
Fernando Martín Carreras, berusia 44 tahun, adalah mantan pemain sepak bola yang bermain di divisi dua Spanyol sebelum beralih menjadi pelatih. Ia baru saja ditunjuk sebagai pelatih tim wanita B Valencia CF pada musim ini. Sebagai koordinator akademi sepak bola di Valencia, Martín dikenal dedikasinya dalam mengembangkan talenta muda, khususnya di sektor wanita. Keluarga menjadi prioritas utamanya, dan liburan ke Indonesia ini direncanakan sebagai momen berkumpul bersama istri serta anak-anaknya. Martín berasal dari Valencia, dengan karier yang membawanya melatih di berbagai level sebelum bergabung dengan struktur klub besar tersebut.
Kronologi Kecelakaan Kapal: Jasad Pelatih Valencia Telah Ditemukan Mengapung
Kecelakaan bermula saat kapal pinisi tradisional yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin di perairan dekat Pulau Padar. Gelombang tinggi menerjang, menyebabkan kapal terbelah dan tenggelam cepat. Istri Martín serta satu anak perempuannya berhasil selamat karena terlempar ke permukaan dan diselamatkan. Namun, Martín bersama tiga anaknya—dua putra berusia 9 dan 10 tahun serta satu putri berusia 12 tahun—terjebak di kabin bawah. Operasi pencarian melibatkan ratusan personel, termasuk penyelam dan kapal khusus. Pada 29 Desember 2025, jasad seorang perempuan ditemukan mengapung di perairan utara Pulau Serai, sekitar satu kilometer dari lokasi tenggelam, dan segera dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi.
Reaksi dari Klub dan Komunitas
Valencia CF langsung menyatakan duka cita mendalam atas kehilangan pelatihnya dan tiga anaknya, meski saat itu pencarian masih berlangsung. Klub lain seperti Real Madrid serta federasi sepak bola Spanyol turut menyampaikan belasungkawa, menyebut tragedi ini sebagai kehilangan besar bagi komunitas olahraga. Di Valencia, suasana berkabung terasa kuat, dengan banyak rekan dan mantan pemain mengenang dedikasi Martín. Keluarga yang selamat mendapat dukungan penuh dari otoritas Spanyol dan Indonesia, termasuk bantuan psikologis. Pencarian terus diperluas, meski arus kuat dan ombak tinggi menyulitkan upaya tim penyelamat.
Kesimpulan
Penemuan jasad yang mengapung di perairan Komodo menjadi pukulan berat bagi keluarga Fernando Martín dan seluruh keluarga besar Valencia CF. Tragedi liburan yang berubah menjadi mimpi buruk ini mengingatkan betapa rapuhnya kehidupan, bahkan di tengah momen bahagia. Meski harapan menemukan yang lain semakin tipis, operasi pencarian tetap berjalan untuk memberikan kepastian bagi keluarga. Kehilangan seorang pelatih berdedikasi dan anak-anaknya meninggalkan luka mendalam di dunia sepak bola Spanyol, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di destinasi wisata laut. Semoga keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan menghadapi masa sulit ini.