AS Wajibkan Turis Untuk Berikan Riwayat Medsos. Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencana wajibkan wisatawan dari negara-negara visa waiver untuk serahkan riwayat media sosial selama lima tahun terakhir sebelum masuk ke wilayahnya. Kebijakan ini diusulkan oleh U.S. Customs and Border Protection (CBP) melalui pemberitahuan di Federal Register pada Selasa, 9 Desember 2025, sebagai bagian dari Electronic System for Travel Authorization (ESTA). Sebelumnya, pengungkapan riwayat medsos bersifat opsional sejak 2019, tapi kini jadi mandatory untuk traveler dari 42 negara, termasuk Inggris, Jepang, Australia, Prancis, Jerman, Israel, dan Korea Selatan. Alasan utama: tingkatkan keamanan nasional dan cegah ancaman terorisme, sesuai Executive Order 14161 Januari 2025 dari Presiden Trump. Kebijakan ini bakal berlaku untuk kunjungan hingga 90 hari tanpa visa, dengan biaya ESTA tetap US$40, tapi proses persetujuan bisa molor. Pengamat sebut ini langkah ketat imigrasi Trump, tapi juga bikin wisatawan ribet. BERITA BOLA
Latar Belakang Kebijakan ESTA dan Perubahan: AS Wajibkan Turis Untuk Berikan Riwayat Medsos
ESTA, sistem otorisasi perjalanan elektronik, sudah jalan sejak 2008 untuk program Visa Waiver. Traveler isi formulir online, bayar US$40, dan dapat persetujuan valid dua tahun atau hingga paspor baru. Sejak 2019, bagian medsos opsional—tapi CBP kini tambah jadi wajib, termasuk username dari platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan TikTok selama lima tahun. Ini selaras dengan kebijakan Trump yang ketatkan imigrasi: periksa medsos untuk visa pelajar H-1B dan beasiswa sejak Juni 2025. Pengumuman ini respons atas kekhawatiran ancaman keamanan, terutama pasca insiden penembakan dua anggota National Guard di Washington D.C. November lalu oleh warga Afghanistan. CBP sebut data ini bantu verifikasi latar belakang lebih dalam, termasuk nomor telepon, email, dan info keluarga dekat selama lima tahun. Periode komentar publik terbuka hingga 10 Januari 2026.
Isi dan Proses Pengajuan Baru: AS Wajibkan Turis Untuk Berikan Riwayat Medsos
Dengan aturan baru, traveler ESTA harus isi “high value data elements”: riwayat medsos lima tahun, nomor HP dan email sebelumnya, nama orang tua/saudara, tanggal lahir, tempat tinggal, dan nomor kontak mereka. Formulir ESTA online bakal update, dan kegagalan isi bisa tolak otorisasi. CBP bilang proses tetap cepat—kebanyakan approve dalam hitungan menit—tapi data medsos bakal dicek manual jika curiga. Ini mirip skrining medsos untuk visa non-imigran sejak 2019, tapi kini wajib untuk VWP. Negara terdampak: 42 negara, termasuk Eropa mayoritas, Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, serta Qatar dan Israel. CBP sebut ini patuhi Undang-Undang Keamanan Nasional, tapi tak sebut platform spesifik—cukup username atau handle. Biaya tak naik, tapi traveler harus siapkan data lengkap untuk hindari delay.
Dampak pada Wisatawan dan Industri Pariwisata
Kebijakan ini langsung picu reaksi campur. Wisatawan dari VWP negara khawatir privasi: “Lima tahun medsos? Terlalu intrusif,” kata seorang turis Inggris di forum Reddit. World Travel & Tourism Council prediksi penurunan pengunjung AS 2025—satu-satunya negara dari 184 ekonomi yang diprediksi turun. Industri pariwisata AS rugi potensial: Eropa dan Asia sumbang 40% turis, dan delay ESTA bisa bikin batal rencana. Boundless, perusahaan bantu visa, sebut ini “eksaserbasi hambatan sipil,” terutama buat yang medsos privat. CBP bilang data aman sesuai aturan privasi, tapi kritik bilang ini langkah Trump untuk batasi imigrasi legal. Beberapa negara seperti Inggris dan Jerman pertimbangkan balas, meski VWP saling menguntungkan.
Respons Pemerintah dan Kritik
Pemerintah Trump bela kebijakan ini sebagai “perlindungan dari teroris asing dan ancaman keamanan.” CBP bilang skrining medsos sudah kurangi risiko sejak 2019, dengan jutaan aplikasi lolos. Tapi ACLU kritik: “Ini pelanggaran privasi massal, target minoritas dan aktivis.” Di Kongres, Demokrat tuntut audit, sementara Republikan dukung. Periode komentar 30 hari beri kesempatan ubah, tapi kemungkinan besar lolos. CBP rencana implementasi Juni 2026, beri waktu adaptasi. Bagi traveler, saran: siapkan data akurat, setel akun publik sementara, dan update aplikasi ESTA rutin.
Kesimpulan
Rencana wajibkan riwayat medsos lima tahun untuk turis VWP jadi babak baru kebijakan imigrasi Trump yang ketat. Dari ESTA opsional ke mandatory, ini tingkatkan keamanan tapi bikin wisatawan was-was soal privasi dan kemudahan. Dampaknya luas: pariwisata AS berisiko turun, tapi CBP yakin manfaatnya lebih besar. Periode komentar Januari jadi kunci—semoga balance antara aman dan terbuka. Bagi traveler, siap-siap isi detail medsos; AS tetap tujuan impian, tapi sekarang dengan syarat lebih banyak.