Banjir Melanda 3 Kemacatan di Daerah Cilegon

Banjir Melanda 3 Kemacatan di Daerah Cilegon. Hujan deras yang mengguyur Kota Cilegon sejak 2 Januari 2026 menyebabkan banjir melanda tiga kecamatan sekaligus, yaitu Ciwandan, Cibeber, dan Jombang. Genangan air merendam permukiman warga, jalan utama, hingga menghanyutkan mobil dan lapak pedagang. Ribuan jiwa terdampak, dengan arus lalu lintas lumpuh total di beberapa titik, termasuk Jalan Lingkar Selatan. Kejadian ini menjadi awal tahun yang sulit bagi masyarakat setempat, meski genangan mulai surut di beberapa area pada 3 Januari. BERITA BASKET

Wilayah Terdampak dan Dampaknya: Banjir Melanda 3 Kemacatan di Daerah Cilegon

Banjir paling parah terjadi di Kecamatan Ciwandan, dengan Jalan Lingkar Selatan terendam hingga membuat akses ke pelabuhan terganggu. Di Kelurahan Kepuh dan Kubangsari, arus deras menghanyutkan mobil serta gerobak pedagang, sementara permukiman seperti Cilurah dan Penauan terendam lumpur. Kecamatan Cibeber terdampak di perumahan seperti Sambirata dan Griya Praja Mandiri, dengan genangan mengganggu aktivitas harian warga. Sementara di Kecamatan Jombang, Lingkungan Keranggot Kelurahan Sukmajaya menjadi titik rawan, memaksa evakuasi sementara. Secara keseluruhan, ribuan warga kehilangan akses normal, dengan kerugian materiil cukup besar.

Penyebab Banjir dan Faktor Pendukung: Banjir Melanda 3 Kemacatan di Daerah Cilegon

Curah hujan tinggi seharian menjadi pemicu utama, diperburuk pasang air laut atau air rob yang menghambat aliran sungai seperti Kali Cilurah. Drainase sempit dan sering tersumbat membuat air lambat surut, sementara luapan dari daerah tinggi menambah volume. Di Ciwandan, kombinasi rob dan luapan sungai membuat genangan bertahan lama. Faktor lain seperti penutupan jalur air alami di sekitar kawasan industri juga disoroti sebagai penyebab kronis. Prediksi puncak musim hujan di awal Januari membuat situasi semakin rentan.

Upaya Penanganan dan Respons Cepat

Tim gabungan dari badan penanggulangan bencana, polisi, relawan, serta palang merah langsung turun tangan untuk evakuasi warga dan pendirian dapur umum. Pengalihan lalu lintas diberlakukan, sementara sodetan darurat dibuat untuk mempercepat surutnya air. Dapur umum dibuka di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan makanan pengungsi. Pemerintah setempat juga melakukan asesmen kerusakan dan koordinasi lintas sektor, termasuk patroli untuk mencegah penjarahan atau insiden lain. Hingga pagi 3 Januari, sebagian warga mulai kembali ke rumah seiring penurunan genangan.

Kesimpulan

Banjir yang melanda tiga kecamatan di Cilegon ini menunjukkan kerentanan wilayah terhadap cuaca ekstrem, terutama di musim hujan. Respons cepat dari berbagai pihak membantu meminimalisir korban jiwa, meski dampak ekonomi dan sosial tetap terasa. Dengan potensi hujan masih tinggi, masyarakat diimbau tetap waspada sambil menunggu solusi jangka panjang seperti perbaikan drainase. Kejadian ini menjadi pengingat bersama untuk lebih siap menghadapi bencana alam di masa depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *