Bau Gunungan Sampah di Tangsel Masih Menyengat. Bau menyengat dari gunungan sampah masih menghantui warga Tangerang Selatan (Tangsel) hingga akhir Desember 2025. Meski pemerintah kota sudah tetapkan status darurat sampah sejak 23 Desember, tumpukan sampah di sejumlah titik seperti Jalan Aria Putra Ciputat dan sekitar Pasar Cimanggis belum sepenuhnya teratasi. Pantauan pada 27 Desember menunjukkan sampah ditutup terpal, tapi aroma busuk tetap tercium, sekaligus picu kemacetan karena pengendara menghindar. BERITA BOLA
Penyebab Krisis Sampah Berlarut: Bau Gunungan Sampah di Tangsel Masih Menyengat
Masalah ini bermula dari overload dan penataan ulang di TPA Cipeucang, satu-satunya tempat pembuangan akhir Tangsel. Penutupan sementara sejak awal Desember bikin pengangkutan terhenti, volume sampah harian capai ribuan ton tak tertampung. Meski ada upaya tutup terpal dan semprot cairan anti-bau sejak pertengahan bulan, solusi itu hanya sementara. Bau tetap menyengat karena sampah membusuk, air lindi bocor, serta lalat beterbangan. Warga sekitar Ciputat dan Serpong paling terdampak, dengan keluhan bau hingga radius ratusan meter.
Dampak bagi Warga dan Lingkungan: Bau Gunungan Sampah di Tangsel Masih Menyengat
Gunungan sampah tak hanya ganggu estetika kota, tapi juga kesehatan dan ekonomi warga. Pedagang di pasar sekitar alami penurunan omzet karena pembeli enggan lewat area bau busuk. Pengendara motor sering tutup hidung, sementara kemacetan tambah parah saat kendaraan hindari tumpukan yang menutup sebagian jalan. Risiko pencemaran udara dan air juga naik, terutama saat hujan bikin sampah meluber. Keluhan warga semakin vokal di media sosial, tuntut solusi cepat daripada penanganan darurat saja.
Upaya Penanganan Pemerintah
Pemkot Tangsel bentuk satgas tanggap darurat dan koordinasi dengan kementerian terkait untuk percepat penataan TPA. Pengangkutan bertahap sudah mulai di beberapa wilayah, manfaatkan TPS sementara. Wali kota sampaikan permintaan maaf dan janji fokus aksi cepat, termasuk rencana jangka panjang seperti pengolahan sampah jadi energi. Meski status darurat berlaku hingga 5 Januari 2026 dan bisa diperpanjang, progres lapangan masih lambat, bikin bau menyengat tetap jadi masalah utama.
Kesimpulan
Bau gunungan sampah di Tangsel masih menyengat meski ada upaya penanganan darurat di akhir 2025. Krisis ini soroti perlunya solusi struktural untuk overload TPA dan pengelolaan lebih baik. Warga harap pengangkutan intensif segera normal, agar kota kembali nyaman dan sehat. Situasi ini jadi pengingat bersama bahwa masalah sampah butuh perhatian serius dari semua pihak di tahun mendatang.