Seskab Memastikan Bantuan ke Sumatera Itu Full!

Seskab Memastikan Bantuan ke Sumatera Itu Full! Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Sumatera telah digerakkan secara penuh dan maksimal sejak hari pertama. Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma pada 19 Desember 2025, ia memastikan pemerintah mengerahkan seluruh sumber daya nasional untuk menangani banjir bandang serta longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Meski ada perdebatan soal status bencana nasional, penanganan sudah berskala nasional dengan mobilisasi besar-besaran, termasuk personel, armada, dan dana yang terus mengalir tanpa henti. BERITA BASKET

Skala Dampak Bencana: Seskab Memastikan Bantuan ke Sumatera Itu Full!

Bencana yang dimulai akhir November ini meninggalkan dampak berat di tiga provinsi. Korban meninggal dunia mencapai lebih dari seribu jiwa, dengan ratusan lainnya hilang dan ribuan luka-luka. Ratusan ribu warga terpaksa mengungsi, sementara infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan rumah rusak parah. Akses ke beberapa wilayah sempat terisolasi, membuat distribusi bantuan menjadi tantangan utama. Namun, kondisi ini justru mendorong respons cepat dari pemerintah, dengan fokus pada evakuasi, logistik dasar, dan pemulihan awal.

Upaya Penuh Pemerintah: Seskab Memastikan Bantuan ke Sumatera Itu Full!

Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa sejak hari pertama, lebih dari 50 ribu personel TNI dan Polri dikerahkan, ditambah relawan serta petugas dari berbagai instansi. Armada udara mencapai ratusan unit, termasuk helikopter dan pesawat untuk mengangkut logistik ke daerah terpencil. Alat berat ribuan unit dimobilisasi untuk membersihkan material longsor dan membangun jembatan darurat. Dana pusat dikucurkan bertahap hingga puluhan triliun rupiah untuk hunian sementara, perbaikan infrastruktur, dan bantuan langsung ke kepala daerah. Semua ini dilakukan tanpa menunggu status formal, membuktikan komitmen negara hadir sepenuhnya.

Penolakan Narasi Negatif

Di tengah kritik bahwa respons lambat atau kurang maksimal, Teddy menepis anggapan tersebut dengan kronologi jelas. Banyak aksi dilakukan tanpa sorotan media, fokus pada kerja lapangan yang nyata. Ia mengajak masyarakat dan pemengaruh untuk bijak menyampaikan informasi, serta saling dukung dengan energi positif. Jika ada kekurangan di lapangan, sampaikan langsung agar segera ditangani, bukan diperdebatkan secara berlarut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan tidak hanya soal logistik, tapi juga menjaga harapan korban untuk bangkit kembali.

Kesimpulan

Pernyataan Sekretaris Kabinet bahwa bantuan ke Sumatera digerakkan secara full menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah menghadapi bencana besar ini. Dengan pengerahan sumber daya maksimal sejak awal, proses pemulihan diharapkan berjalan lebih cepat, meski tantangan masih ada. Solidaritas nasional tetap dibutuhkan untuk mendukung korban, sambil belajar dari kejadian ini agar pencegahan lebih baik di masa depan. Pada akhirnya, kehadiran negara yang penuh ini bisa menjadi fondasi ketangguhan bersama menghadapi musibah serupa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *