Awal Ramadan 1447 H Potensi Beda Muhammadiyah-Pemerintah

Awal Ramadan 1447 H Potensi Beda Muhammadiyah-Pemerintah. Potensi perbedaan penetapan awal Ramadan 1447 H antara Muhammadiyah dan pemerintah kembali mencuat menjelang akhir Februari 2026. Berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah, ijtimak menjelang 1 Ramadan diperkirakan terjadi pada Rabu 18 Februari 2026 sekitar pukul 07.48 WIB, dengan tinggi hilal di seluruh Indonesia berada di atas 3 derajat dan elongasi sudah memenuhi kriteria imkanur rukyat baru (minimal 3° tinggi + 6,4° elongasi). Sementara pemerintah melalui Kementerian Agama cenderung mengacu pada rukyatul hilal yang akan dilakukan pada 29 Syakban (18 Februari 2026) sore hari. Jika hilal tidak terlihat karena faktor cuaca atau kriteria MABIMS, kemungkinan besar 1 Ramadan akan jatuh pada Jumat 20 Februari 2026—satu hari lebih lambat dari prediksi Muhammadiyah. BERITA TERKINI

Hisab Muhammadiyah vs Rukyat Pemerintah: Awal Ramadan 1447 H Potensi Beda Muhammadiyah-Pemerintah

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang telah diterapkan sejak 2007. Menurut Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2026, ijtimak terjadi pada 18 Februari pukul 07.48 WIB dengan tinggi hilal di Yogyakarta mencapai 3° 51′ dan elongasi 7° 12′. Karena kriteria imkanur rukyat baru sudah terpenuhi di seluruh wilayah Indonesia, Muhammadiyah dipastikan menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.
Di sisi lain, pemerintah melalui Sidang Isbat Kementerian Agama biasanya menggabungkan hisab dan rukyatul hilal. Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°, hilal pada 18 Februari sore memang sudah memenuhi syarat secara hisab. Namun faktor cuaca—prakiraan BMKG menunjukkan langit berawan tebal di sebagian besar wilayah pantai utara Jawa dan Sumatera—berpotensi membuat rukyat gagal. Jika hilal tidak terlihat, 1 Ramadan otomatis digeser ke 20 Februari 2026.

Implikasi Sosial dan Praktis: Awal Ramadan 1447 H Potensi Beda Muhammadiyah-Pemerintah

Perbedaan satu hari ini bukan hal baru di Indonesia. Pada 2025 lalu, Muhammadiyah dan pemerintah juga berbeda satu hari untuk awal Ramadan. Dampaknya terasa pada jadwal salat tarawih, buka puasa bersama, hingga cuti bersama yang ditetapkan pemerintah. Bagi masyarakat, perbedaan ini sering menimbulkan kebingungan, terutama di keluarga campuran atau daerah dengan komunitas Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama yang kuat.
Tahun ini, pemerintah belum mengumumkan cuti bersama Lebaran 1447 H secara resmi, tetapi jika 1 Ramadan jatuh pada 20 Februari, cuti bersama Idulfitri kemungkinan akan mengikuti pola sebelumnya dengan total 6–7 hari libur nasional. Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih telah mengimbau warganya untuk tetap melaksanakan ibadah sesuai keputusan organisasi, sambil menghormati perbedaan yang ada.

Kesimpulan

Potensi perbedaan awal Ramadan 1447 H antara Muhammadiyah dan pemerintah kembali menjadi perhatian menjelang akhir Februari 2026. Muhammadiyah hampir pasti menetapkan 19 Februari sebagai 1 Ramadan berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal, sementara pemerintah berpeluang menetapkan 20 Februari jika rukyatul hilal pada 18 Februari gagal. Perbedaan ini merupakan hal biasa dalam tradisi keagamaan Indonesia yang kaya metode. Yang terpenting adalah saling menghormati dan menjaga ukhuwah islamiyah di tengah perbedaan tersebut. Masyarakat diimbau mempersiapkan diri dengan mengikuti pengumuman resmi masing-masing ormas dan pemerintah agar ibadah puasa berjalan lancar dan harmonis. Semoga Ramadan 1447 H membawa berkah dan kebersamaan bagi seluruh umat Islam di Indonesia.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *