Pencuri di Selandia Baru Menelan Perhiasaan Ratusan Juta

Pencuri di Selandia Baru Menelan Perhiasaan Ratusan Juta. Dunia kriminal Selandia Baru kembali heboh dengan aksi nekat seorang pencuri yang telan perhiasan mewah senilai ratusan juta rupiah. Pada Jumat, 28 November 2025, seorang pria berusia 32 tahun ditangkap di toko perhiasan Partridge Jewelers, pusat kota Auckland, setelah dituduh mencuri dan menelan liontin Fabergé James Bond Octopussy Egg yang bernilai NZ$33.000—setara sekitar Rp 330 juta. Polisi Selandia Baru (NZP) langsung amankan tersangka, tapi tantangannya baru dimulai: liontin itu “hilang” di perutnya. Enam hari kemudian, pada Kamis malam, 4 Desember, barang curian itu “kembali” secara alami melalui saluran pencernaan tersangka, lengkap dengan rantai emas 20 inci dan tag harga utuh. Kasus ini, yang jadi berita global, soroti kreativitas pencuri tapi juga ketabahan polisi yang pantau 24 jam tanpa intervensi medis. Di negara yang jarang alami kejahatan semacam ini, aksi nekat ini ingatkan betapa mahalnya barang curian bisa bikin polisi tunggu “proses alamiah”. BERITA BOLA

Kronologi Aksi Nekat Pencuri: Pencuri di Selandia Baru Menelan Perhiasaan Ratusan Juta

Insiden bermula pukul 15.30 waktu setempat, saat toko ramai pengunjung akhir pekan. Tersangka, yang identitasnya dirahasiakan, masuk Partridge Jewelers—toko ikonik di Queen Street yang jual barang mewah. Ia ambil liontin Fabergé edisi terbatas, terinspirasi dari film James Bond “Octopussy” 1983 yang ceritakan telur Fabergé palsu untuk penyelundupan berlian. Alih-alih kabur, ia telan liontin itu utuh—sebuah trik desperado untuk hindari penangkapan saat staf toko sadar dan panggil polisi. Petugas tiba cepat, tangkap pria itu di tempat, tapi liontin “rahasia” di perutnya. Selama enam hari, ia ditahan di bawah pengawasan ketat: pemeriksaan medis rutin, diet cair, dan pemantauan 24 jam untuk pantau “perjalanan internal”. Tak ada obat pencahar atau operasi—polisi pilih tunggu alamiah, hindari risiko kesehatan. Pada Kamis malam, liontin keluar “selamat”, dibungkus tag harga NZ$33.000, dan langsung disita sebagai bukti.

Detail Barang Curian yang Unik: Pencuri di Selandia Baru Menelan Perhiasaan Ratusan Juta

Liontin Fabergé ini bukan barang sembarangan—edisi khusus bertema James Bond, dengan telur emas berhiaskan berlian yang simbolkan intrik mata-mata di film “Octopussy”. Harganya NZ$33.000 (sekitar Rp 330 juta) bikin kasus ini beda dari pencurian biasa; bukan cuma nilai, tapi prestise. Rantai emas panjang 20 inci dan tag harga yang selamat dari “perut pencuri” jadi bukti ironis: pencuri pikir telan bisa selamatkan, tapi malah bikin polisi dapat barang utuh. Toko Partridge Jewelers, yang spesialis perhiasan antik, bilang liontin ini langka—cuma segelintir di dunia. Ini bukan pertama kalinya pencuri Selandia Baru nekat; 2023, seorang curi jam tangan mewah dan telan, tapi kasus Fabergé ini viral global karena tema Bond. Tersangka, yang punya riwayat curi iPad dari toko sama bulan lalu, kini hadapi dakwaan pencurian dan penipuan—hukuman potensial lima tahun penjara.

Respons Polisi dan Dampak Hukum

Polisi Selandia Baru tangani kasus ini dengan sabar tapi tegas. Inspector Grae Anderson bilang tersangka jalani pemeriksaan medis pasca-penangkapan dan dipantau ketat—tak ada risiko kesehatan, tapi pengawasan 24 jam pastikan liontin tak “hilang” lagi. Foto resmi polisi tunjukkan liontin di tangan bersarung tangan, lengkap rantai dan tag, yang langsung jadi bukti pengadilan. Tersangka muncul di Auckland District Court minggu depan, hadapi dakwaan serius. Kasus ini soroti tantangan ETLE lalu lintas digital—tapi di kriminal, tunggu “alamiah” jadi opsi humanis. Toko Partridge lega barang kembali, meski butuh pembersihan mendalam. NZP puji staf toko atas respons cepat, yang cegah kerugian lebih besar. Ini jadi pelajaran: pencuri nekat tak selalu menang—kadang, alamiah justru bikin mereka “keluar” dengan tangan kosong.

Kesimpulan

Kasus pencuri Selandia Baru yang telan liontin Fabergé Rp 330 juta jadi cerita absurd tapi nyata, di mana aksi nekat di Partridge Jewelers berakhir dengan “pemulihan alamiah” enam hari kemudian. Dari kronologi telan cepat hingga detail unik liontin James Bond, ini soroti kreativitas kriminal tapi juga ketabahan polisi. Tersangka kini tunggu sidang, toko lega barang utuh kembali, dan dunia tertawa getir atas plot twist perut. Di Auckland yang aman, insiden ini ingatkan: curi mewah tak mudah, apalagi kalau harus “dikeluarkan” dengan cara tak enak. Semoga jadi pelajaran—pencuri pikir pintar, tapi hukum dan alam punya cara sendiri.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *